Sabtu, 23 September 2023

Review Journal

Zinnatullin, A. (2023). Political discussions in online oppositional communities in the non-democratic context. Computational Communication Research, 3(1). https://doi.org/10.5117/CCR2023.1.7.ZINN

 

Political Discussions in Online Oppositional Communities in The Non-Democratic Context


By

Aidar Zinnatullin1

 

Publisher

Amsterdam University Press

 

Source:

Computational Communication ResearchVolume 5, Issue 1, Jan 2023, p. 601

 

DOI:

https://doi.org/10.5117/CCR2023.1.7.ZINN


Jurnal ini membahas pola dan kekhasan diskusi politik online dalam komunitas oposisi di negara non-demokrasi, dengan menggunakan kasus YouTube Rusia dan fokus pada diskusi di saluran YouTube pemimpin oposisi Alexei Navalny.


Penulis berpendapat bahwa lingkungan online membantu pihak-pihak yang berseberangan untuk bertemu satu sama lain daripada menciptakan echo chamber dari pengguna yang berpikiran sama. Selain itu, dalam konteks Rusia yang cukup ketat untuk deliberasi politik, incivility pesan berperan dalam lebih lanjut melibatkan komentator dalam diskusi.


Salah satu temuan utama studi ini adalah bahwa komentar yang tidak sopan lebih cenderung memulai utas diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa incivility dapat memainkan peran dalam mendorong keterlibatan dalam diskusi politik online, bahkan di negara non-demokrasi di mana risiko berbicara menentang pemerintah tinggi.


Temuan lain yang menarik adalah bahwa tingkat incivility dalam komentar cenderung meningkat seiring waktu setelah video dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa diskusi politik online di negara non-demokrasi dapat menjadi semakin panas dan polarisasi seiring waktu.


Secara keseluruhan, studi ini memberikan kontribusi yang berharga untuk literatur tentang diskusi politik online di negara non-demokrasi. Studi ini menunjukkan bahwa lingkungan online dapat menjadi ruang bagi pihak-pihak yang berseberangan untuk bertemu dan terlibat dalam diskusi politik, meskipun ada risiko tinggi untuk berbicara menentang pemerintah.


Komentar tambahan:

  • Studi ini menggunakan metode analisis data yang canggih termasuk class affinity modeling dan Google's Perspective API toxicity classifier, untuk mengidentifikasi pengguna pro-pemerintah dan pro-oposisi, serta tingkat incivility dalam komentar mereka
  • Class affinity modeling adalah metode analisis jaringan sosial yang digunakan untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok pengguna yang memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. 
  • Google's Perspective API toxicity classifier adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi komentar yang bersifat toxic, seperti ujaran kebencian dan pelecehan.
  • Studi Zinnatullin menggunakan metode analisis data ini untuk menganalisis kumpulan data yang terdiri dari komentar yang diposting di saluran YouTube Alexei Navalny. Kumpulan data ini terdiri dari lebih dari 200.000 komentar yang diposting dalam periode waktu satu tahun.
  • Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu hanya menggunakan satu kasus dan hanya berfokus pada diskusi di saluran YouTube Alexei Navalny. Oleh karena itu, temuan studi ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke semua komunitas oposisi online di semua negara non-demokrasi.
  • Studi ini memiliki implikasi penting bagi penelitian dan praktik di bidang diskusi politik online di negara non-demokrasi. Studi ini menunjukkan bahwa lingkungan online dapat menjadi ruang bagi pihak-pihak yang berseberangan untuk bertemu dan terlibat dalam diskusi politik, meskipun ada risiko tinggi untuk berbicara menentang pemerintah. Oleh karena itu, penting untuk mendukung pengembangan dan pemeliharaan platform online yang aman dan inklusif untuk diskusi politik di negara non-demokrasi.


Implikasi untuk penelitian dan praktik:


Studi ini memiliki beberapa implikasi penting untuk penelitian dan praktik di bidang diskusi politik online di negara non-demokrasi. 


Pertama, studi ini menunjukkan bahwa lingkungan online dapat menjadi ruang bagi pihak-pihak yang berseberangan untuk bertemu dan terlibat dalam diskusi politik, meskipun ada risiko tinggi untuk berbicara menentang pemerintah. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu lebih lanjut mengeksplorasi bagaimana lingkungan online dapat mendukung diskusi politik yang inklusif dan produktif di negara non-demokrasi.


Kedua, studi ini menunjukkan bahwa incivility dapat memainkan peran dalam mendorong keterlibatan dalam diskusi politik online, bahkan di negara non-demokrasi. Oleh karena itu, praktisi perlu mengembangkan strategi untuk mengurangi incivility dalam diskusi politik online, tanpa menghambat kebebasan berekspresi.


Ketiga, studi ini menunjukkan bahwa tingkat incivility dalam komentar cenderung meningkat seiring waktu setelah video dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa penting untuk mengembangkan strategi untuk memantau dan mengelola diskusi politik online secara berkelanjutan.


Secara keseluruhan, studi Zinnatullin memberikan kontribusi yang penting untuk literatur tentang diskusi politik online di negara non-demokrasi. Studi ini memiliki implikasi penting bagi penelitian dan praktik di bidang ini, dan diharapkan dapat menginspirasi penelitian dan praktik di masa depan.


K r i s h n @  L e a n d e r

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Journal Zinnatullin, A. (2023). Political discussions in online oppositional communities in the non-democratic context. Computational...